SOLUSI NUMERIK UNTUK KERAGU-RAGUAN KARIER,

Omong-omong Tn. Y Memiliki Item Dalam Kategori Numerik “Uang” “Total Paket Gaji (4 Tahun Ke Depan)” Dan “Gaji Tahun Pertama”. Dan Dalam Kategori “Merek Dan Masa Depan” “Merek Perusahaan” Dan “Perusahaan Kategori. “Orang Dan Lingkungan” Termasuk “Orang” “Manajer” “Anggota Tim” Dan “Lingkungan”. “Apakah Anda Dapat Mempelajari Hal Baru?” “Kemungkinan Pengembangan Karir” “Kemungkinan Transfer Ke Luar Negeri”.

Numerik

“Apakah Akan Lebih Mudah Untuk Dipekerjakan Di Masa Mendatang” Untuk “Karir Masa Depan” Kategori “Lingkungan Kerja”. Adalah ” Lama Masa Percobaan” “Beban Kerja” “Jam Kerja” “Apakah Pekerjaan Jarak Jauh Mungkin” Dan “Apakah Itu Internasional.” Tentu Saja Dimungkinkan Untuk Memasukkan Item Yang Berbeda Seperti Kemudahan Mengambil Cuti. Kemudahan Promosi Kemudahan Bekerja Bagi Perempuan Dan Apakah Gaji Berdasarkan Komisi Atau Tidak. Tentu Saja Dimungkinkan Untuk Memasukkan Item Yang Berbeda Seperti Apakah Gaji Berdasarkan Komisi. Sebagai Hasil Perhitungan Dari 190 Poin Tersebut Kompi A Dan Kompi B. Memiliki Selisih Tipis 118 Poin Dan Kompi C Memiliki Skor 121 Poin Sehingga Menjadi Pemenang Yang Jelas.

Sesuaikan Bobot Hingga Skor Total Mendekati Perasaan Anda Lalu Buat Keputusan Berdasarkan Perasaan Anda

Tuan Y Merasa Tidak Nyaman Dengan Perusahaan A < Perusahaan B < Perusahaan C. Saya Menjelaskan Kepadanya Bahwa Ini Berarti Perasaannya Yang Sebenarnya. Atau Kepekaannya Tentang Ketiga Perusahaan Itu Bertentangan Dengan Tabel Yang Dia Buat. Kemudian Pak Y Mengatakan Bahwa Pada Saat Dia Merasa Ada Yang Tidak Beres. Dia Sudah Bisa Melihat Perasaannya Yang Sebenarnya Yaitu “sebenarnya Saya Ingin Perusahaan B Mendapat Nilai Tertinggi.”

Salah Satu Alasannya Adalah Salah Satu Alasannya Adalah Bahwa Setiap Item Diberi Skor Sama Dari 10. Poin Dan Hasilnya Hanya Dijumlahkan. Diasumsikan Bahwa Total Dihitung Dengan Bobot Yang Sama Untuk Item Yang Anda Ingin Dilakukan. Dan Hal-hal Yang Menurut Anda Tidak Begitu Penting. Meskipun Item Diekstraksi Sendiri Tidak Semua Item Sama Pentingnya Jadi Saya Mengusulkan Untuk Memberikan Skor Bertingkat.

See also  Pasukan Irak membunuh lebih dari 40 pengunjuk rasa dalam penumpasan berdarah

Tuan Y Meninggalkan Barang-barang Seperti Uang Masa Depan Perusahaan Dan Pekerjaan Itu Sendiri Sebagai 10 Poin Dan Mengatur Ulang Anggota Tim Lingkungan Lamanya Masa Percobaan Dll. Ke Skor Penuh Yang Lebih Rendah. Setelah Menetapkan Bobot Kemiringan Skor Dihitung Ulang Dan Skor Untuk Semua Item Digabungkan Kembali Untuk Setiap Perusahaan. Akan Menyenangkan Untuk Menetapkan Skor Keseluruhan Dari 100 Poin Tetapi Dalam Kasus Tuan Y Ada Beberapa Bobot Yang Tidak Dapat Dikompromikan Sehingga Skor Sempurnanya Adalah 105 Poin.

Selain Itu Penulis Menyarankan Kepada Bapak Y Bahwa Jika Ada Barang Atau Bobot.

Yang Membuatnya Merasa Tidak Nyaman Ia Akan Mencoba Mengubah Cara Pemberian Poin Penilaian Sampai Ia Merasa Puas. Misalnya Katakanlah Anda Berpikir Bahwa “Uang” Sangat Penting Bagi Anda Jadi Anda Menetapkan Bobot Yang Jumlahnya Lebih Dari 25% Dari Total. Kemudian Tentu Saja Total Poin Dari Penawaran Dengan Gaji Tertinggi Akan Meningkat. Tentu Saja Saya Tidak Menyangkal Bahwa Gaji Juga Penting Tetapi Faktanya Saya Tidak Ingin Memilih Pekerjaan Hanya Berdasarkan Gaji.

Tn. Y Sedikit Menurunkan Persentase Bobot Yang Diberikan Pada “uang” Sedikit Meningkatkan Dampak Item Lain Pada Skor Total Dan Merevisi Angka Evaluasi Itu Sendiri Untuk Setiap Item. Melalui Bolak-balik Ini Saya Bisa Melihat Pandangan Pak Y Tentang Pekerjaan Seperti “Meskipun Gaji Saya Sedikit Rendah Saya Ingin Fokus Pada Konten Pekerjaan Saya Dan Bos Saya” Dan “Saya Bisa ‘ Jangan Menyerah Pada Konten Pekerjaan Saya.” Sawah.

See also  Bentrokan baru di Irak menyebabkan sedikitnya empat tewas, 25 luka-luka

Dengan Cara Ini Dengan Mengotak-atik Meja Yang Pernah Dibuat Penyesuaian Dilakukan Sehingga Elemen Dari Setiap Penawaran Lebih Dekat Dengan Perasaan Tuan Y Sendiri. Tabel Yang Dihasilkan Setidaknya Baginya Merupakan “Perbandingan Dan Kuantifikasi Objektif” Dari Setiap Penawaran.

Perusahaan A Masih Memiliki Skor Terendah Yaitu 6435 Dari 105 Poin Sedangkan Perusahaan B Dan C Ditutup Masing-masing 6775 Dengan C 6885. Menurut Tuan Y Angka Ini Di Mana Perusahaan B Dan Perusahaan C Bersaing Lebih Dekat Dengan Perasaan Orang Tersebut Dan Dia Yakin.

Tabel Yang Sudah Diisi Dan Skor Total Adalah “Objektif” Yang Dekat Dengan Akal Pak Y Sehingga Bias Oleh Pak Y.

Tidak Lain Adalah Melihat. Tabel Ini Memvisualisasikannya. Setelah Itu Terserah Individu Untuk Memutuskan Apakah Akan Menerima Tawaran Dengan Skor Tertinggi Atau Apakah Akan Mengambil Tawaran Yang Belum Tentu Skor Tertinggi Karena Komitmen Tanpa Kompromi Mr. Y Sendiri. Apa Yang Saya Kerjakan Dengan Pak Y Kali Ini Adalah Memvisualisasikan Dan Mengukur Penawaran Menggunakan Otak Kiri Mengkonfirmasinya Mengenali Poin Baik Dan Buruk Keuntungan Dan Risiko Dari Setiap Penawaran

Dan Kemudian Menggunakan Otak Kanan Jadi Itu Menjadi Sebuah Proses Pengambilan Keputusan Dengan Perasaan. Satu Hal Yang Ingin Saya Sampaikan Kepada Anda Adalah Pentingnya Melakukan Penilaian Bertingkat Setelah Membuat Daftar Dan Menilai Setiap Item. Sering Dikatakan Bahwa Menghitung Dan Mengubah Data Menjadi Data Adalah Hal Yang Sangat Baik Dalam Bisnis Tetapi Untuk Memahami Keadaan Bisnis Saat Ini Dalam Hal Angka Ukuran Dampak Dari Setiap Item Harus Ditetapkan Seakurat Mungkin. Itu Penting Untuk Kali Ini Karena Tuan Y Membuat Keputusan Untuk Berganti Pekerjaan Poin Diberikan Sesuai Dengan Nilai Rasa Tuan Y Sendiri.

See also  Dua pengunjuk rasa tewas dalam bentrokan semalam di kota Karbala, Irak

Ngomong-ngomong Dalam Kasus Tuan Y Akibatnya Dia Memilih Perusahaan B Daripada Perusahaan C Yang Memiliki Skor Total Tertinggi.

Mengapa Perusahaan B? Ketika Saya Bertanya Tentang Hal Itu Saya Menemukan Bahwa Skornya Tinggi Dan Seimbang Sampai Batas Tertentu Dan Risiko Item Dengan Skor Rendah Rendah Dibandingkan Dengan Penawaran Lainnya. Dan Yang Terpenting Secara Emosional Ketika Saya Membayangkan Situasi Di Mana Saya Memilih Perusahaan B Dibandingkan Ketika Saya Benar-benar Bekerja Dengan Asumsi Saya Akan Memilih Perusahaan A Dan Perusahaan C Itu Karena Itu Paling Tidak Nyaman.

Pada Akhirnya Saya Mengikuti Naluri Saya Tetapi Seberapa Tajam Intuisi Mr. Y Benar Akan Terungkap Dalam Beberapa Bulan Atau Tahun.

Seperti Dalam Kasus Tn. Y Mungkin Tidak Mudah Untuk Beruntung Menerima Banyak Tawaran Pekerjaan Sebagai Hasil Dari Pergantian Pekerjaan. Namun Dari Sudut Pandang Yang Berbeda Bahkan Keputusan (?) Seperti “Memilih Perusahaan Untuk Menerima Mulai Sekarang” “Menentukan Apakah Akan Dipindahkan Dalam Perusahaan” “Pindah Ke Mana” “Memilih Pasangan Hidup” “Ganti Pekerjaan Atau Belajar Di Luar Negeri” Dll. Ini Mungkin Lingkaran Sihir Serba Guna Yang Bisa Berguna Jika Disesuaikan. Saya Ingin Merekomendasikan Anda Untuk Mempersonalisasi Dan Menggunakannya Di Persimpangan Antara Pekerjaan Dan Kehidupan.

You May Also Like

About the Author: author